Wednesday, 18 December 2013

Dear Heart, Stay Strong. :')


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..


I got an idea to write for this time, as I found something on Instagram few hours ago. A heart-wrecking photo of a woman. Seorang hamba Allah, merangkap sebagai salah seorang rakan baik, juga merupakan followerku di laman insta, has posted a photo of Jacqueline Saburido. Mungkin tak ramai yang tahu siapa dia si Jacqueline tu kan? So biar aku share sikit al-kisahnya, dan kenapa dia yang nak dijadikan 'isu mukadimah' penulisanku untuk kali ni.

"This Jacqueline Saburido is a woman who her life has completely changed in a split second after a car accident. It was on September 1999, a twenty-year-old girl was in a car with four other friends on the outskirts of Austin, Texas when they were hit by an eighteen-year-old drunk driver on his way home from a party. The car which Jacqui and her friends was riding, caught fire terribly. Two of her friends died, whereas Jacqui survived. However, she suffered when almost 88% of her body was COMPLETELY BURNED. What's even worse, she lost her hair, so were her nose and ears. Her eyes were scorched, she was almost blind. Her fingers were amputated as well. The drunk driver was arrested soon after the terrible accident."

*I suggest you to google it to find more about the whole, complete stories.*

Dapat kita bayangkan tak apa yang berlaku, especially pada mangsa kejadian? Tak tergambar rasanya, betapa sakit dan menderitanya gadis tu bila dia terlibat dalam kemalangan. With all her injuries she had, can you imagine? Masha Allah! :'(
Dalam sekelip mata, paras rupa yang nampak sempurna telah berubah menjadi sebegitu rupa. Perit, kan? However, she still could accept the fate. What I salute her so much is, her strength to go on her life even with all the disabilities she has now. Bahkan, dia masih mampu memaafkan pesalah tersebut. No regrets, yet no revenge towards him. Yes, it's really a heart-breaking yet an inspirational story of the woman, or should I say a strong woman? *Muhasabah*

Ibrah atau pengajaran yang aku dapat dari kisah wanita tu tadi;
Bersyukurlah atas segala kurniaan yang Allah beri pada kita. Terimalah segala kekurangan dan kelebihan diri, sebab kita insan yang tak sempurna.

Bersabarlah, tabahkan hati menerima takdir. Qada' dan qadar Ilahi, pasti ada hikmah.

Belajar untuk memaafkan kesalahan manusia, sebab kita juga manusia biasa yang takkan lari dari kesilapan. Ya, mungkin ada yang 'sengaja' dan 'tak sengaja'. Tapi kena ingat, setiap yang berlaku adalah atas izin-Nya.

Kadang-kadang, kita manusia ni, susah sangat nak rasa bersyukur kan? Selalu rasa diri ni tak cantiklah, tak hensemlah, kulit tak licin or whatsoever lah kan. We always have that negative thought saying that we're ugly. Tapi pernah tak kita terfikir, macam mana orang yang ada kekurangan atau kecacatan tu boleh hidup dengan normal dan bersyukur menerima apa yang diorang ada? Kita ni secara azali walaupun tak sempurna, tapi Allah jadikan kita sebaik-baik kejadian, tahu tak? Jadi, tolonglah, please please and please, ajar didik hati kita untuk bersyukur. Jangan terlalu pandang pada kelebihan orang lain, sebab nanti kita akan rasa diri kita ni terlalu kekurangan sampaikan kita jadi tak bersyukur pulak. Tapi pandanglah kelebihan orang lain, lalu pandanglah ke atas, katakan pada diri sendiri 'Alhamdulillah, ini sudah cukup bagiku.'
Senyum. :)
Lagipun, rupa paras, kesempurnaan luaran ni semua kan cuma sementara? Pinjaman dari Allah saja pun. And most importantly is that, the taqwa and iman in our hearts, itu yang Allah nilai. Bukan paras rupa.

The story also made me realize that it's important to have faith, a strong heart in order to go through any circumstances in life. Tengoklah, walaupun Jacqui tahu yang diri dia dah tak ada anggota yang sesempurna dulu lagi, tapi dia tetap mampu teruskan hidup sampai ke saat ini. Bukan semua orang mampu kan? Agak-agaknya lah kan, kalau kita yang berada di tempat dia, how would we be? Kita sendiri pun tak pasti. Entah kita ni cukup kuat atau tak untuk harungi semua tu. Tapi apa yang kita boleh katakan ialah, ni semua memang ujian hidup. Setiap ujian manusia itu berbeza-beza. Ada yang diuji begitu, ada yang begini. Dan ujian itu berbeza mengikut kemampuan manusia.
Kita perlu ingat, ujian itu tarbiyah. Semakin besar ujian yang diterima oleh seseorang itu, maksudnya semakin sayang Allah pada kita. All we have to do is just to worship Allah, we need to turn to Him. Make du'a to Allah, ask Allah to strengthen our iman and heart. In sha Allah, we would feel that Allah actually has lighten all the burdens we bear.

Forgiveness brings peacefulness in life. Mungkin ada yang cakap, susah sangat nak maafkan seseorang tu, sebab kesalahan dia besar sangat pada kita. Tapi sebagai manusia, memaafkan tu penting untuk mendamaikan hati. Sama ada kita sedar atau tak, selagimana kita belum maafkan seseorang tu, selagi itulah kita rasa hati ni tak tenang. Tapi bila kita dah maafkan orang, belajar atau at least mencuba memaafkan perlahan-lahan, hati kita akan tenang. Sooner or later, in sha Allah. Why? Cuz we've let it all go. Tak percaya? Go on and try! :)

People said, 'Easier said than done'. But it still doesn't matter if we try to do it slowly. Yes, it takes time. Everything may not be perfect, but at least we try. And if we do it for the sake of Allah, surely Allah will make it all easier for us. In sha Allah.

It ends here at this time. May Allah keeps our heart strong throughout this life. May we be blessed by Allah in life, in akhirah as well. Allahumma aamiin.








p/s: Terima kasih pada hamba Allah yang telah menjana ilhamku kali ini melalui gambar yang dia kongsikan di Instagram hari ni. Rahmat Allah ke atasmu. Dan puji syukur pada Allah atas hidayah-Nya untuk aku coretkan di sini. Buat muhasabah diriku sendiri, juga buat sesiapa yang sudi membaca.


Wabillahittaufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

xoxo

Wednesday, 20 March 2013

'Eighteen' - Age is Not Just a Number


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. 

Hello there all viewers! :) It's been awhile that I left this blog in silence, statically without updating any new post. Sorry guys. 
Kekeringan idea dan kekosongan ilham melanda minda ini, sungguh membataskan fikiran dan kemampuan untuk terus menulis di ruangan ini. Ini cukup membuktikan bahawa kita manusia, sangat sangatlah mempunyai ilmu yang terbatas, dan keterbatasan ini menunjukkan bahawa ilmu itu perlu terus dicari, dicari dan dicari. Jadi, jangan lelah dalam mencari ilmu ya sahabat sekalian. :') 
And same it goes to me, I'm surely one of the knowledge seeker who always need to find and to haunt any of those beneficial knowledges. I'm a learner too, a very slow learner who have tons of deficient knowledge. But here we are, together we learn as one ummah to seek for the blessings of God. 
In Sha Allahu Ta'ala.. :') 


First and foremost, I would like to say 'Alhamdulillah' as I am now officially an eighteen. Thank You Allah for giving me this age, as I live in this dunya is all because of Allah's willingness. 
On the 18th of March 2013, which is two days ago, and yes I am now an 18 year- old girl as well. I don't have any words to express my gratitude to Allah for this 18 years of living in this world. Being a Muslimah. A caliph of Allah My Lord. An ummah of Rasulullah S.A.W. A daughter of my family, a friend, and of course a human being which is created by Allah. 
ALHAMDULILLAH YA RABB... :')

To all birthday wishes that I got from anybody, either from my friends, or my family as well, thankkk youuuuu soooo muchhhh for remembering my precious date of birth. Thank you for greeting me no matter how did you make it, whether through phone calls, text messages, wall- posts in Facebook or even by tweeting me on Twitter as well. Yeeeehaaa! ;) Thanks for all your prayers, the du'a from all of you.
Syukran ya akhwat wa ikhwan. THANKS A LOT. TERIMA KASIH! :) :D 


Meanwhile, I was feeling that there's still something which is incomplete. I felt that there's something imperfect during this year's birthday. I started to feel this way as I've never been feeling such an incomplete birthday, as now it's totally different from what I used to have before. It was some kind of missing. And yes, I finally figured out and I got to know what is it. 
It was the feeling of missing, longing for the figure of a mother. Yes, exactly what it was. :'(
I know that it was such an imperfect, incomplete birthday for me on this year, as I was longing for my late Mama. Yes, this year's birthday was my first birthday without her presence. How I wish that I could hear her soft voice calling out my name early in the morning, saying 'Selamat Hari Jadi' to me. How I wish she was there to give me a warm hug and loving kisses on my cheeks. But then I realized, that's just all in my wishful dream. And yes, I just can only see her now in my dreams when I'm asleep. Allahu.. :'(

No matter how hard the feeling is, I know that I still have a very long way to go. I have to be strong, my heart needs to be tough. This age isn't just a number, but it's a beginning for my life as a lady, soon to be a woman as well. My new life should begins here, in this age. There must be a lot of trials that I'm going to face in the future, yet there may be more challenging situations that I have to deal with soon. All I need is a strength, a strong heart. I have to be strong mentally and physically so that I can go through all those challenges. 

May Allah always keeps me strong enough to carry on. I have no doubt, Allah is always there for me to help. Allah is always listening my prayer even if it is a very silent prayer in my heart. Allah will show me the right path to walk through, to cope with all circumstances. In Sha Allah


''La yukallifullahu nafsan illa wus 'aha.'' 
- Allah does not charge a soul except (with that within) its capacity.
[QS: Al- Baqarah; verse 286]


Remember this! Allah will never tests His slaves beyond of their ability. Allah doesn't test us beyond of what we able to go through. 

'Sungguh, Allah tidak akan memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya.' 
Janji Allah itu benar. Kita perlu yakin dengan segala yang telah ditakdirkan buat kita. Hanya Allah juga tempat kita berserah, hanya Dia tempat kita mengadu dan berdoa. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 







Before I end this writing here, I would like to express my thankful words to Allah S.W.T again for all His blessings along my 18 years of life. And again to all friends, my family for yesterday's birthday wishes and prayers. Thanks so much and may Allah rewards all of you with wonderful blessings in this dunya wal akhirah. Aamiin..

And as for my late Mama, my beloved mother forever till Jannah, In Sha Allah. May she be shaded by Allah's mercy. May Allah bless her soul with peace and place her among the righteous one. Aamiin Ya Allahu Rabbi.. :')




*Al- Fatihah for my late Mama*
My love for you will never die Mama 




Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

xoxo


Saturday, 2 March 2013

Tentang Semangat & Perasaan Hati ♥



Pelik. Tapi benar.

Sakit. Tapi menyembuhkan.

Rela dalam terpaksa.


^_^


Kita semua manusia, pasti ada semangat yang tersembunyi namun berkobar- kobar dalam diri. Semangat yang kuat, biarpun mungkin diri kita sendiri lemah. Kadangkala terasa seperti tak mampu. Tapi hakikatnya kita mampu, kita boleh. Cuma belum punya cukup kekuatan yang membolehkan kita rasa mampu.

Minda kita dikaburi, dipengaruhi dek lunturnya semangat yang ada dalam diri. Lalu bila minda sudah mula berfikir dan beranggapan bahawa kita tak mampu, hati pun mulalah berasa ragu dan hilang keyakinan.
Seterusnya, segala ketidakyakinan dan ketiadaan semangat dari minda dan hati itu pun terluah melalui perbuatan. Secara tak langsung, kita terhenti dari melakukan sesuatu yang sebenarnya kita boleh lakukan, dan tak bergerak lagi untuk meneruskannya.
Langkah terhenti.
Kaku.
Diam.
Menyerah. Mengalah.


Semangat itu ada di dalam, iaitu dalam hati. Kita tak nampak. Ya, memang tak nampak. Tapi semangat yang tersimpan itu juga boleh dizahirkan melalui luaran. Melalui perbuatan, semangat boleh diperlihatkan. Semangat boleh dirasai.

Sebagaimana 'semangat', begitulah 'perasaan'.
Ya, perasaan. Feeling. 
Perasaan itu abstrak sekali sifatnya. Perasaan juga tak bisa dilihat dengan mata kasar, kerana boleh jadi apa yang terzahir dari pandangan itu hanyalah palsu belaka.
Akan tetapi, perasaan hanya mampu dirasai. Sama seperti kita merasai semangat. Kerana apa? Kerana kedua- duanya, perasaan dan semangat, itu asalnya dari 'HATI'.

Perasaan itu urusan hati. Hati pula anugerah Allah.
Oleh sebab itulah perasaan itu kita tak nampak, agar kita menyedari dan merasai kehadirannya dalam hati.
Agar kita lebih menghargai dan mensyukuri anugerah Allah itu.
Agar kita mampu menzahirkan perasaan yang ada itu dengan setulus dan seikhlasnya.
In Sha Allah.


Benar, kita tak boleh lihat bagaimana 'rupa' perasaan, bahkan kita tak nampak bayangannya juga.
Abstrak. Ghaib. Invisible.
Sama juga seperti semangat, perbuatanlah yang menggambarkan semuanya. Melalui apa yang kita lakukan itu jugalah yang menunjukkan bagaimana sebenarnya perasaan kita.
Contoh bila kita gembira, kita pasti tersenyum bahagia atau tertawa riang;
gembira = perasaan
senyum/ ketawa = perbuatan

Begitulah sebaliknya bila kita sedih, kita akan menangis air mata kesedihan pula;
sedih = perasaan
menangis = perbuatan

See the difference? And get the concept? *Hopefully* ;)


TETAPI....

Memang tak dinafikan, tak semua benda kita boleh nilai hanya melalui perbuatan.
Kadangkala perbuatan juga berbeza dengan apa yang diniatkan.
Kadangkala perbuatannya lain, tapi dalam hati kita saja yang tahu.

Agak pelik juga ya bila difikirkan kembali, tentang perbuatan dan niat manusia ini. Kadang- kadang kita lakukan sesuatu yang kita sendiri tak sanggup untuk lakukannya, semata- mata untuk menjaga hati orang lain.
Betul kan? :')
Dan oleh sebab kita nak jaga hati satu pihak, kita terpaksa korbankan hati satu pihak yang lain pula. Di mana letaknya keadilan itu?
*Fikir- fikirkan*

Yes, it seems so unfair. It shouldn't. And it hurts and it seems so hard. 
Kadang- kadang kita pun jadi tak faham dengan fiil manusia ni, kan? Dengan mudahnya mereka mendakwa 'tak sengaja', 'tak berniat' untuk lakukannya.
Eventhough it happened for not once, or even more than twice. But still, the words of 'regret', 'sorry', 'guilty' and all those kind of almost- similar meaning, the words keep on going out from one's lips. And what's more pathetic is that, most of the time it's all repeated. Again, again, again and again. Isn't that exhausting? 
Hmmmm.... :'/

Dan apa yang kita sedia maklum selama ini juga ialah,
sesungguhnya 'niat' tidak menghalalkan 'cara'.
Yang salah tetap salah, tiada alasan untuk kita cuba berdalih darinya. Jangan diambil ringan dan jangan pula dianggap remeh. Itu kenyataan. Itu hakikat.
Dan setiap apa yang kita lakukan di dunia ini, maka itu jugalah yang akan kita dapat. Kembali pada diri kita sendiri.
*Muhasabah*


Nasihat dari diri saya yang juga insan biasa dan tak sempurna ini;

Cubalah kita meletakkan diri kita sendiri dalam diri orang lain. Cuba rasa apa yang dirasainya, cuba selami lautan perasaan yang dalam itu, dan cubalah faham isi hati yang terkunci rapat dalam kalbu seseorang itu dengan sebenar- benar pengertian.

Kalau kita nak orang lain fahami kita, kita perlu terlebih dulu memahami orang lain. Kalau kita nak orang lain menghormati kita, maka kita perlu terlebih dulu belajar menghormati orang lain. It's a cycle. Inilah kitaran hidup kita. Selama mana kita bergelar hamba Tuhan Yang Satu, dan umat Rasul yang mulia, serta saudara sesama makhluk manusia.
Biarlah kita biasakan diri untuk memulakan sesuatu, bukan membiasakan diri untuk menghentikannya. Biarlah kita biasakan diri untuk menghulur dan memberi, bukan membiasakan diri mengambil dan menerima.



''Give and take'' ♥



Bersabarlah dalam apa jua keadaan, setidaknya kita cuba untuk bersabar. Bersabar dalam menghadapi pelbagai ragam manusia yang mungkin tak searus dengan ragam kita. Kerana itu adalah ujian dan tarbiyah dari Allah untuk jiwa kita.

Firman Allah S.W.T :
''Dan demikianlah keadaan hari- hari (kejayaan dan kesedihan) Kami pergilirkan di antara manusia (supaya menjadi pengajaran).''
- QS: Ali- Imran: ayat 140


^_^


Wabillahi taufiq wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
xoxo

Thursday, 31 January 2013

From Muslimah to Muslimah ♥




''Wanita adalah perhiasan, dan seindah- indah hiasan adalah wanita solehah.''

                                                                                          (Hadis Riwayat Muslim)




Terasa indah dan syahdunya bait- bait hadis tersebut. Andai kita memahami dan menghayati makna di sebaliknya, pasti akan kita temui rasa kagum dan terharunya hati, apatah lagi bagi diri mereka yang bergelar wanita, gadis, dan seumpamanya. Membuatkan kita membenarkan dan mengakui akan betapa benarnya sabda Rasulullah SAW itu. Betapa besar dan agungnya kasih Allah SWT itu kerana telah menciptakan makhluk yang keistimewaannya tiada tara.

WANITA.

Itulah sebaik- baik makhluk yang telah Dia ciptakan hadir ke bumi ini, dan hadirnya pasti membawa seribu satu hikmah dan kebahagiaan. Malah menjadi 'pemantul' kebahagiaan pula buat para Adam yang sememangnya mendambakan kehadiran insan yang bergelar wanita sebagai pelengkap hidup mereka yang bernaluri lelaki. Pelengkap segala kekurangan mereka, bahkan pendamping yang setia dalam berkongsi suka duka bersama. Isteri yang solehah itu adalah impian bagi setiap Adam di bumi ini. 
Itulah dia, Wanita. :')



Women In Islam 

''Many people like to refer to HIJAB as a personal choice. Yes, it is a personal choice. It's a choice to submit to God, rather than the fashion of society. It is a choice to be beautiful to God, rather than to people. And it is a choice to cover the body that God gave you, rather than give in to a culture that uses a woman's body to sell cars. '' 
- Islamic Quotes




Hijab is a perfect dress to wear 



Well as a woman, a girl or a lady, what is actually your aim for yourself? What is your role to prove to yourself that you're really a true girl, a real lady? What have done or what are you gonna do to show to the communities out there, all around the world that you're not just an ordinary woman, but you're actually a  Muslimah? What would you do to spread to others that being a Muslimah, a woman in the eyes of Islam itself, is such a wonderful thing to be? 
Subhanallah! That's so amazing, being one of the creation of Allah, a perfect creation which signs the beauty of the religion. :')
So, the questions left to be answered. Ask yourself, ask your eemaan. Wallahu a'lam. :) 



Wanita Solehah 

Lembutmu tak bererti kau mudah dijual beli
Kau mampu menyaingi 
Lelaki dalam berbakti

Lembut bukan hiasan
Bukan jua kebanggaan
Tapi kau sayap kiri
Pada suami yang sejati

Di sebalik bersih wajahmu
Di sebalik tabir dirimu
Ada rahsia agung, tersembunyi dalam diri
Itulah sekeping hati
Yang takut pada Ilahi.. 



Wahai Muslimah,

Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara;
Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,
Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,
Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,
Dan dosa- dosa yang silam disulami dengan taubat kepada Dzat yang memilikimu.




Muslimah as a Special Creation ♥


''The beauty of the moon doesn't changed when covered by clouds, just as the beauty of a woman remains when covered by Hijab or Niqab.'' 

''A true Muslimah does not give her smile too easily to the strangers. Her beauty is only for her husband to see, not to the world.''
- Quotes by Rusydee Artz


Shy is a part of eemaan. 
It doesn't matter who we are, as long as we are all Muslims. We are all brothers and sisters.
As for all ladies, we are all Muslimah. 
It is crucial for us to know about our own pride, our 'crown' as a Muslimah. As we ought to know better of how to take care of our dignity as a Muslimah. It's important to all women of having a good image as a Muslimah, and we need to always keep it safe.  


Kita sebagai wanita, bahkan martabat kita juga telah ditinggikan sebagai Muslimah. Tidakkah kita rasa beruntungnya kerana telah menjadi seorang wanita Islam yang dikurniakan harga diri dan keluhuran budi dari Allah? Itu suatu nikmat yang begitu indah, kan? :') Subhanallah.

Mempunyai sifat malu adalah salah satu cara buat Muslimah itu menjaga kesuciannya. Sifat malu adalah perisai keimanan, benteng ketakwaan. Malu bukan bererti sombong, tetapi adalah sebagai tanda keteguhan seorang Muslimah itu, berpegang pada pendirian demi mengelakkan yang mungkar.
Bukan niat seorang Muslimah itu bersikap sombong, terutamanya dalam ikhtilat bersama para lelaki. Justeru sifat malu yang membawa kepada rasa takut dalam hati mereka yang membatasi pergaulan.



A good Muslim should know how to maintain their dignity, so that they won't fall into the street of maksiat, sinful and dishonorable actions. Na'uzubillahiminzaliq.. Ya Allah, stay us away from all those sinful mistakes.
Aamiin Ya Rabb.. :'(



Sebagai seorang Muslimah yang mempunyai tekad dan jiwa besar untuk menjadi yang solehah, kita perlu bijak dalam menjaga maruah diri dan tinggikanlah martabat sebagai Muslimah. Jagalah kehormatan diri, agar mampu diteladani oleh Muslimah lain yang juga berazam yang sama untuk mencapai redha Allah di dunia dan akhirat.
Peliharalah aurat dan aib kita sebagai seorang insan istimewa yang bergelar Muslimah, kerana aurat itu melambangkan maruah dan harga diri kita. Ianya adalah harta paling berharga dan perlu dijaga rapi agar tidak rosak dek dicemari yang noda.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW;

“Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, setiap kali mereka keluar, syaitan akan memperhatikannya.”

(Hadis Riwayat At- Tarmizi)






 ''Walaupun matahari kelihatan begitu menawan sanubari, dirimu sebagai awan juga begitu indah sekali. Maka, corakkanlah dirimu sebagaimana luhurnya hatimu. Bukan kerana yang lain yang begitu mempesona di matamu.'' :')

*Love it! :)*




Maka dari itu, ambillah iktibar yang baik dan teladan yang bermanfaat daripada kata- kata hikmah serta nasihat seperti ini. Kita sebagai manusia, perlu untuk saling menasihati ke arah kebaikan dan saling memperingati agar tidak lupa atau alpa sejenak dek goncangan pengaruh dunia.
Dan dalam menasihati dan memperingati sesama sendiri itu, titipkanlah kesabaran di dalamnya agar niat murni itu mampu disampaikan dengan baik dan mendapat penerimaan yang positif juga.  In Sha Allah.
Semoga kita semua, Muslimah sekalian, mampu berdiri tegar dalam bermujahadah demi menggapai mardhatillah dan maghfirah dari Allah.

Aamiin Ya Rabb..


Woman is one of the special and wonderful creation which Allah has created. It's an obligation for a woman in Islam to be faithful to her God, to be a good ummah of her Prophet, to be a responsible wife and also a loving mother to her offsprings as well.
IN SHA ALLAH. :')


And as a girl, a lady and also a Muslimah, I am also sharing the same special role and obligation with all of Muslimah in this world.
So, here's my little words for Muslimah out there,

''Jangan disangka labuhnya tudungku itu tanda alimnya diriku.. Jangan pula disangka tertutupnya aurat- auratku itu menandakan betapa sempurnanya diriku.
Jangan disangka segala kata nasihat berhikmah dan berjela- jelanya yang ku tuturkan kepadamu, mahupun yang pernah ku coretkan di mana pun medan perkongsian alam maya ini,
tanda tingginya ilmu dan pengetahuanku.
Kerana aku juga seperti kamu, masih tercari- cari apa itu sinar. Masih menanti segenap cahaya buat menerangi diri.''


''It doesn't mean that I'm much more perfect than others, that I always tend to write such of these advices to you guys out there. It's only me, who is just an imperfect person that Allah has guided me to follow what is true, and what is right to be taken. Life is not just about taking care of oneself, but it has something to do with others too, which is actually needed to be considered as part of us. 
Being selfish is none in Islam. Islam is not just about me, or just you, but Islam is all about US.''

''Islam is a perfect religion, but Muslims isn't perfect at all.
So it's part of us to make Muslims better, and yet to make it the best.'' 


IN SHA ALLAHU TA'ALA. ♥








Wabillahi taufiq wal hidayah, 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. :')

xoxo

Friday, 25 January 2013

Live with Peace and Serenity :)



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. :)
buat sekalian pembaca dan pengunjung blog yang saya kasihi, salam sejahtera ke atas kalian dan semoga Allah memberkati kesudian anda semua yang membaca coretan saya pada kali ini. Ilmu yang sedikit ini, ingin saya kongsikan buat anda semua kerana tidaklah ilmu itu berkurang sedikit pun jika kita berkongsi kepada orang lain, bahkan semakin bertambah ilmu baru dan berkat dari Allah Yang Maha Bijaksana lagi Tinggi Ilmunya.

Mari kita sama- sama teliti dan cuba kita hayati sedikit petua berguna dari Ibnu Mussal, dengan sedikit 'penambah rasa' dari saya sendiri, tentang cara- cara untuk mendapatkan hati yang tenang. In Sha Allah, tak salah kita mencuba mengamalkannya pula kan? ;)

Bismillah.. 



PETUA HATI TENANG:

1- Sentiasa bersangka baik.
Jangan meneka- neka apa yang kita tidak tahu. 

Hentikan sikap 'berkalau- kalau' dalam diri, kerana ianya amalan syaitan, seolah- olah kita tidak redha dengan qada' dan qadar Allah. Rasulullah SAW pernah menyebut dalam hadisnya;

     ''Jika kamu tertimpa sesuatu, maka janganlah mengucapkan 'seandainya', 'kalaulah aku berbuat begini dan begitu', tetapi katakanlah 'Allah telah mentaqdirkannya'. Apa yang telah dikehendaki Nya pasti akan terjadi, kerana sesungguhnya kata- kata 'seandainya', 'kalaulah' itu membuka jalan bagi syaitan.''  (Hadis Riwayat Muslim)  



2- Jangan terlalu bimbangkan perkara yang belum berlaku. 
    Buat saja persediaannya. Firman Allah SWT dalam Surah An- Nahl, ayat 1:
    
    ''.....sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan.....''

Saya petik sebaris ayat daripada Dr. 'Aidh bin 'Abdullah Al- Qarni, dalam bukunya La Tahzan;

    ''Biarkan hari esok itu datang dengan sendirinya; janganlah anda menanyakan khabar beritanya, dan jangan pula anda menunggu waktu itu. Sebab, hari ini anda sudah sangat sibuk.'' 



3- Jangan terlalu fikirkan masalah. 
Minta pendapat kawan atau orang yang pernah ada pengalaman. Senaraikan jalan penyelesaian dan cuba selesaikan.

Ingatlah firman Allah SWT dalam Surah Al- Insyirah, ayat 5- 6;

    ''Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.'' 


4- Bila hati mula tidak tenang, segera ambil wudhuk, solat sunat dan sebutlah nama- nama Allah. Paling kurang, dengar ayat- ayat Al- Quran. Kerana syaitan dan jin yang jahat, sangat mudah masuk ke dalam hati manusia yang tidak tenang. Sentiasa ingat Allah. 

Firman Allah SWT dalam Surah Ar- Ra'd, ayat 28;

    ''Ketahuilah hanya dengan mengingati Allah, hati akan menjadi tenang.''




    





Semoga dengan serba- sedikit tips bermanfaat seperti ini mampu kita jadikan panduan dalam hidup kita meniti hari- hari yang penuh dengan dugaan dan cubaan Ilahi. 

In Sha Allah.. :')



''If you lose your way, believe in a better day..
Trials will come but surely they will fade away,
If you just believe what is plain to see,
Just open your heart, and let His love flow through..''

(Lyrics of I Believe by Maher Zain feat. Irfan Makki)




Wabillahi taufiq wal hidayah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

xoxo

Thursday, 24 January 2013

Doa Seorang Hamba ♥



Ya ALLAH Ya Kareem..

Sebagai hamba Mu yang hidup di bumi sementara ini..
jadikanlah hidupku ini suatu perjalanan panjang dan jauh, di mana selalu ada rahmat dan kasih Mu yang mengiringi setiap langkahku..
Jadikanlah hidup yang sementara ini ibarat suatu pelayaran membelah lautan luas yang terbentang, di mana nur dan hidayah Mu menjadi pemandu arah buatku terus berlayar..
Menuju redha dan keberkahan Mu..

Jadikanlah perjalanan yang ku lalui ini suatu tarbiyah yang mengajar diriku untuk terus mencari, mengejar dan melusuri yang haq lagi mahmudah dan menanggalkan karat jahiliyah beserta noda yang bersarang sekian lama dalam diri.. 
Agar bisa ku lenturkan nafsu dalam diri, melawan kebatilan yang bermaharajalela dalam kalbu selama ini..

Aku ini hamba Mu, 
Aku ini makhluk Mu,
Aku juga ciptaan Mu, bahkan seluruh hidupku ini adalah sepenuhnya milik Mu,
Ya Rabbi..
Namun aku tak ingin sekadar menjadi seorang hamba yang tidak Kau kasihi,
makhluk yang Kau murkai,
menjadi ciptaan yang tidak Kau redhai..
Aku tak ingin Ya Khaliq, aku tak ingin! Ya Allah..
bantulah aku.. :'(

 Aku ingin menjadi seorang hamba yang selalu dekat dengan Penciptaku,
aku ingin menjadi makhluk yang Kau sayangi,
bahkan aku ingin menjadi ciptaan Mu yang bisa Kau senangi, Kau redhai..
Aku ingin seperti itu Ya Allah, aku ingin sekali.. 
Izinkanlah aku, berikan peluang itu untukku Ya Rahman.. 

Aku ingin memperbaiki diri yang seringkali khilaf ini,
aku ingin mensucikan hati ini daripada segala penyakit hati yang membakar diri,
aku mahu membersihkan akhlak yang mungkin telah lama berkarat dek kerana su'udzon, kekotoran fikiran yang bisa mengotorkan hati..
aku mahu mengunci lidah daripada perkataan buruk yang menusuk hati sesama manusia,
menyingkirkan lidah bercabang yang tentu sekali mendustakan, fitnah durjana yang menikam sanubari sesama saudara seimanku apabila mendengarnya..
Ya Allah! Aku mahukan semua itu terhapus, terhenti dan terhakis dari setiap anggota dan indera di tubuh ini Ya Rabb.. 

Maka dari itu, izinkanlah aku Ya Rabb..
Berikan aku kesempatan untuk merealisasikan hasrat itu..
Berikan ruang untukku tautkan kata taubat atas segala khilafku seumur hidup ini..
Izinkan aku untuk berada dekat dengan kasih Mu,
izinkan aku untuk sentiasa teguh dalam melalui jalan kebenaran Mu..

Dan andai pula sepanjang perjalanan itu aku temukan banyak liku, pelbagai onak dan duri menerpa,
maka ku mohon Ya Rabb..
Tetapkan akidahku untuk terus berjalan,
Teguhkan tugu imanku agar tidak goyah dek luka yang menggigit,
Kuatkan semangatku untuk melangkah ke hadapan tanpa menoleh lagi,
Tabahkan jiwaku agar kesakitan yang dirasakan itu menjadi penawar mujarab untukku,
Dan cekalkanlah hatiku dalam menepis segala ranjau yang menghalangku untuk tetap bertahan..

Kerana ku tahu..
itu semua adalah ujian dan dugaan untukku..
Semua itu hanya cubaan dari Mu, demi menguji nilai sabar dan redha ku..
Namun tidak sedikit pun aku ragu Ya Allah,
bahawa setiap dugaan yang mendatang itu tentu ada Kau selitkan kekuatan untukku..
Aku yakin, 
setiap kesakitan yang aku lalui itu pasti ada Kau tunjukkan penawarnya..
sebagaimana setiap kesulitan itu ada kemudahannya..
Dan yang paling aku yakini ialah..
Hikmah yang akan Kau berikan di sebalik semua itu..
Rahmat yang sudah pasti menunggu, Kau titipkan setelah itu..
Aku yakin Ya Allah..


Segala yang tertulis dalam hidupku, 
setiap jalan yang ku lalui dalam meniti hayat ini,
segala rahsia yang tersembunyi dalam benakku..
bahkan setiap kejadian yang ku hadapi sepanjang usiaku bergelar hamba Mu,
aku serahkan sepenuhnya hanya dalam tangan Mu..
aku titipkan seluruh nasib, dan jalan hidupku..
Hanya kepada Mu,
Allah Azza Wa Jalla..

Engkaulah sebaik- baik tempat berlindung,
Engkaulah tempat terbaik berserah..
Engkaulah satu- satunya tempat bertawakal..
Allahu Rabbi..

''Hasbunallahu wa ni'mal wakeel.''
(QS: Surah Ali 'Imran, verse 173)





AAMIIN YA RABBAL ALAMIIN.. :')






Wabillahi taufiq wal hidayah.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

xoxo



Friday, 18 January 2013

Stop Chasing, ALLAH Knows Best :')





Subhanallah! 




When we talk about 'chasing', what is it in your mind? What is it actually you think about? What do you understand about this word? CHASING.
It comes from its root word, 'chase'. If you search for its meaning in any English dictionary, it may shows the meaning such as: 'to go quickly after in order to capture or overtake or drive away; pursue; run after.'


Life is about something that we have to go on, even further or even better so that we can step forward.

But somehow we might ever think that there's something we had in the past, that it makes us to turn around and see what's still left out while at the same time we are supposed to start making a move forward.
And as we've turned back, thousands of mixed- feeling are slowly sneaking in into heart. Feeling of guilty, regret, sick, tired and pathetic, or even a feeling of missing, longing for it. Those kind of feeling seems so haunting. Yet it might then be a kind of distraction, that it finally stops us indirectly from carrying on our forward journey.
And as we stopped, what happened next? Is there any changes seen in ourselves? Or are we still in the same, old place, old circumstances? Or are we actually drowning in our own past?
Think of it. It is us, ourselves who should know better of the answers. It is us, who should figure out the outcomes of what we've done, what we've chosen.


We are just mankind, a powerless human being who have been written by Our Lord, Allah S.W.T for all the things we have in this temporary life. It's our fate. It's our destiny.


Life sometimes forces us to choose. Life sometimes seems so strict as it needs us to decide on something we have to determine. Life sometimes seems so precious and limited that we ought to chase for something we really wish for. Things that we wish to get it, to grab it with hands, to catch it up, and of course we might wish to have it, to own it.

When we got it, we finally owned what we wished for. We finally catched it, as we wanted it so. And we felt like the world is ours, we were so happy for it. An unexplainable gratitude we thanked to Allah for what He gave. ALHAMDULILLAH for it.

But when we didn't manage to get what we wanted for all this while, though we've chased for it as hard as we could, we've tried the best as we could do to own it. However, we failed.

How did we do to face it? How did we accept and take it? :')


Yes, we would be so grieve. We would feel that we're unlucky. Lots of failure words, would surely came out from our mouth. Our mind would be so stucked, thinking of what made it to be like that. Ohh, we would cry cry and cry! Masha Allah... :'(


But, hey! Don't you realize that these sorrow aren't just too much? Don't you realize that these are just a starting for you to get another better thing? Come on, open your eyes! Allah is actually trying to make you realize that everything has its own reason for all that happened. And surely it must be a good reason. In Sha Allah. :')


There are still thousands, even millions of better things out there waiting for you to catch them up.

Sometimes when Allah get you away from something, it means that Allah is actually protecting you.
Allah loves you, Allah wants you to get something better than what you've chased for.
Like somehow you might wonder; why did Allah let you know someone, you've been closed to them, but then at the end you had to let them go after it?
But you never realize that it might be the best way for you, yet it could be a good beginning for you after what you've ended. 
Everything happens for a reason, right? :')

Always bear this in your mind that, Allah has a great and better plan for you than what you had for yourself. 

Allah knows what is going to be turned up in your life, so it is Allah's decision that He wants you to stay away from something that isn't yours. Allah asks you to stay away from someone that isn't best for you. 
So stop searching for it, and you got to stop chasing for it immediately. You must, and you have to. 







''....But perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you. And Allah Knows, while you know not.''
(QS: Al- Baqarah, verse 216)


''He's the One who knows you best, He knows what's in your heart. 

You'll find your peace at last, if you just have faith in Him.
ALLAH.''
(Lyrics of I Believe by Maher Zain feat. Irfan Makki)



Wabillahi taufiq wal hidayah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

xoxo. 

Sunday, 13 January 2013

Kebenaran Hakiki, Hati Manusia Milik ALLAH ♥



''Kebenaran itu adalah sesuatu yang jelas, nyata dan sahih yang tidak seharusnya disembunyikan.
Namun adakalanya, kebenaran itu tidak selalunya harus dijelaskan dan diungkapkan dengan segera. Ia memerlukan ruang masa dan waktu yang sesuai, serta cara yang betul untuk mengungkapkan sesuatu kebenaran itu.''

:')


Bicara tentang kebenaran, sebenarnya masih ada segelintir atau mungkin sebilangan manusia, hamba Allah yang belum tentu mampu untuk menerima sesuatu kebenaran itu. Tak semua manusia itu mudah untuk menerima kebenaran atau kenyataan, walaupun telah jelas depan mata yang hakiki itu.
Hati manusia ini berbeza- beza. Jiwa manusia ini tidak semua sama, kerana Allah telah ciptakan hamba Nya dengan aneka sifat dalam dirinya.


Hati manusia ada DUA jenis.
1- Hati yang 'keras'
2- Hati yang 'lembut'



Sebelum kita berta'aruf dengan lebih lanjut mengenai dua jenis hati ini, mari kita sama- sama 'menjinakkan' minda kita untuk memahami analoginya terlebih dahulu.
Okay, let's see! :)


Analoginya terdapat dua jenis bahan yang berbeza.
KAPAS dan BATU.
Nampak memang kedua- duanya berbeza kan? Dan cuba kita fikir kembali, apakah sifat- sifat fizikal atau 'physical properties' bagi kedua- dua bahan tersebut.

Kapas : Lembut, mudah menyerap
Batu : Keras, tidak menyerap

Apabila kedua- duanya, kapas dan batu itu dicelup ke dalam air. Bagaimanakah hasilnya pula?
Kita pasti akan mendapati bahawa kapas kelihatan lebih basah, bahkan basah sepenuhnya dek air. Sedangkan batu pula, tetap tak menunjukkan apa- apa pun perubahan. Tetap juga tak berubah sifat fizikalnya. Air celupan itu juga tidak langsung memberikan apa- apa kesan basah pun terhadap batu itu.

So, what can you conclude from this small experiment? ;)


Kapas adalah bahan yang mudah menyerap, manakala batu adalah statik dan tidak menyerap apa pun bahan yang dicelupkan padanya. Maka seperti itulah juga HATI kita.

Hati kita ini ibaratnya kapas, namun terdapat juga hati yang sama seperti batu.

Hati yang lembut adalah seperti kapas, dan hati yang keras adalah seperti batu.
Hati yang lembut itu pastinya mudah untuk menerima kebenaran, manakala hati yang keras itu amatlah sukar untuk menerima kebenaran meskipun telah jelas di hadapan mata kebenaran itu tertulis.
Hati yang keras itu pasti selalu ingin menolak kebenaran.



''Sibgah Allah. Maka siapa yang lebih baik sibgah Nya daripada Allah? Dan kepada Nya kami menyembah.''
(Surah Al- Baqarah: ayat 138)

*Sibgah bermaksud 'celupan' Allah, iaitu agama Allah* 





Kadangkala, bila terjadinya sesuatu yang memerlukan kita untuk menjelaskan sesuatu yang benar, kita perlu berfikir. Berfikir bukan bermaksud untuk meragui, atau merasa was- was untuk menyatakan kebenaran. Tapi kita perlu berfikir tentang bagaimana caranya kebenaran itu hendak kita sampaikan. Kita perlu fikir kepada siapa dia orangnya yang akan kita jelaskan kebenaran itu, dan bagaimana sikap orang sebegitu. Semua itu penting untuk kita titikberatkan dan pertimbangkan. Sebab hati kita tak sama, jiwa kita berlainan, sikap kita berbeza.  That is why pentingnya untuk kita mengambil masa sejenak berfikir sebelum bibir mula mengatur bicara. INGAT! 'Think before you talk.'
Kerana kita tak mahu sesuatu perkara yang benar itu disampaikan dengan cara yang salah. Tak akan ada manfaatnya buat diri mereka yang mendengar kebenaran itu jika kita gagal menyampaikannya dengan berhikmah. Kita pun pastinya tak mahu bila kita dah berbuih- buih mulut untuk sampaikan sesuatu, tapi hasilnya cuma seperti angin lalu saja. Seperti hujan jatuh ke pasir, begitulah pepatah yang tepat menggambarkan hasil yang tidak semengah itu. :')

Sesungguhnya hati kita ini Allah yang pegang, Allah yang tetapkan. Allah juga yang memiliki hati ini, bahkan Allah mengetahui segala isinya.
Bagi hati yang keras, tiada lagi yang berkuasa untuk melembutkannya melainkan Allah. Hati yang bengkak dek kerana diserang penyakit hati juga, tiada yang bisa menyembuhkannya melainkan Allah. Maka ketahuilah juga bahawa tiap- tiap sesuatu kebenaran itu datangnya dari Allah, dan Allah juga yang menggerakkan hati kita untuk mencari tahu kebenaran itu, dilenturkan hati kita yang seperti batu itu, menjadi selembut kapas agar mudah menyerap kebenaran.

Samalah kiranya seperti 'hidayah'. Dan hidayah itu milik Allah. Bilamana Allah menghendaki hidayah itu turun kepada hamba Nya, sesiapa saja, maka turunlah hidayah itu. Cuma tugas manusia pula jangan diabaikan, untuk terus mencari dan mengejar hidayah itu, bukan hanya ditunggu dan berpeluk tubuh semata.






''Sesiapa yang dikehendaki Allah akan diberi petunjuk kepadanya, nescaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk (agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah S.W.T jadikan dadanya sesak lagi sempit seolah- olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah S.W.T menurunkan siksa kepada orang tidak beriman.''
(Surah Al- An'am: ayat 125)





Milik siapakah hati ini?
Apakah yang tersirat dan tersembunyi dalam hati ini?
Apakah yang sedang dirasakan oleh hati ini?
Siapakah yang mengetahui isi dalam hati ini meskipun tanpa diungkapkan?


(QS: Al- Mulk, verse 13)


Hanya ALLAH S.W.T jawapan yang satu dan tiada yang lain dari Nya. Allahu Akbar! 


Ingatlah bahawa, sesuatu yang BENAR itu meskipun tidak cuba dijelaskan, pasti akan terungkap juga dengan sendirinya suatu masa nanti. Tidak kira seberapa lama pun ianya disembunyikan, pasti akan terbongkar jua kelak. 
Yakinlah, In Sha Allahu Ta'ala. 


Wabillahi taufiq wal hidayah,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

xoxo!

Friday, 11 January 2013

Instinct is a Guidance From Allah


''Instinct''


A two- syllable word that I found it is so unique, as unique as its meaning. A one word which I found it's a simple word, yet it brings a huge meaning. And when it comes to its ability, the way it presents its functions and benefits to suits its meaning, there would be tons of words used to explain it, with lots of different ways to be shown.


It's an inborn impulse, a natural tendency or ability. Subhanallah! How it shows the greatness and the almighty Allah is, that He created such a perfect mankind with a perfect internal nature. Allahu.. :')



Sometimes when you ask something to be given by Allah, when you're hoping for something that you really wanted to, Allah actually answers you in 3 ways.

1- Yes
2- Not yet.
3- You'll get something better than what you asked for.







Can you see it? It's so obvious, right? :)



But, how is it going to be related with that one- word mentioned earlier?

Is there something to do with between du'a (prayers) and instinct?
And why is it so? Why do they relate to each other, despite they are actually two different things when it comes to their different meaning themselves?

Here it is, now let's find it out together. We ought to know the answers truly without any doubt, so that it's all clear.


Let's think.

In this lifetime, there must be lots of questions crept into your mind. Surely you'll get used to create or to build thousands of reasoning. All those thoughts left unanswered, yet it slowly haunts your focus just because of those endless issues keep playing on your mind. It sounds complicated, right? Yet it is so exhausting instead.

Sometimes it comes unexpectedly without you know how far would it be, or how long would it takes to be settled down. And sometimes your mind keep questioning, keep looking for the answers, keep thinking of the solutions, without you yourselves realize that the answers are actually in front of you, all the questions have been answered itself. You sometimes don't even realize what kind of guidance shown by Allah, in what way that Allah gives the solution for you to take it. Everything comes from Allah, as everything also ends with the willingness of Allah.


Most of all the ways to be taken, doing Istikharah is the best way that will surely brings you out of the confusions. Out of the fidgety. Away from worries. Away from hesitation. That's the power of istikharah, all comes from Allah. :')

During performing your istikharah, make sure that your heart is tied closely to Allah. Do ensure that your mind is totally free from wondering, any expectations and clear your mind from thinking of what is it going to be turned up. In other words, perform your istikharah prayer in an empty mind but fully trust to Allah S.W.T as The Almighty. Allahu Akbar! 
After you've done doing it, return your faith completely to Allah. Ask for the answers from Allah, ask the guidance from Him and ask for the faith of the truth that Allah will show to you. In Sha Allah, when there is blessing from Him, if He wills it, you'll see the light of the guidance. Allah will send you hidayah in various forms, in many ways.

Some will be through your dreams, which is under your semi- conscious world. The true dream is when you are able to remember what your dream is about. Not just remember, but you are also able to express it out too. That's actually one of the way Allah shows you the truth, the guidance.


Another way is that, through your INSTINCT. Yes, it is your HEART that determine it. It sounds a little bit cliche, right? Yet it is true. I believe it, and I guarantee. I have no doubt on it.

Allah is Powerful, Allah knows what's in our heart. Allah knows whatever things happening in this world, that we even never know. And the instinct itself, it is all from Allah too. Allah moves your heart to feel that much. Allah moves your heart to believe in what you've seen, what you've heard, what you've felt. And best of all, Allah guide your heart to decide what is the best way to take, what's the choice to be made, and finally you made up your mind on things you ever wondered. Subhanallah! Seriously, it flows very well by the permission of Allah Azza Wa Jalla. :')

I've just figured out about this issue, and finally made a simple quote to be shared here;

''Women have strong instinct for every truth or lies.''

Do you agree with that? Well, I leave it in your own mind. Ask yourself, ask your eemaan. Whether it is true or not, it is you to determine it. The answer is yours. :)



Guidance is something that brings you out of the darkness to the light. It is a reward from Allah. A precious reward.

Instinct is an inner feeling, that it comes with the permission of Allah, and it shines from an enlightened heart.
Always keep in your mind, that Allah holds the heart of a mankind. Allah knows every little thing grows in each heart of a mankind. So keep your heart safe, purify and beautify your heart with strong belief to Allah.
In Sha Allah, may everything gets easier and be blessed by Allah.

''Innahu aliimun bizaatissudur.''

- Allah knows what is in every heart. 
(QS: Al- Mulk, verse 13)


Wabillahi taufiq wal hidayah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Illaliqa'.
xoxo

Friday, 4 January 2013

New Year of 2013, Let's Hijrah :)


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. :)

Hey bloggers, hello viewers! :) It seems like I've been stop for awhile from updating my blog, I know it's quite so long I didn't update any new entry in this blog, right? ohhh seriously I've been longing for my new ideas, my thoughts to write something new to be read here.. just to fulfill this lovable blog, i guess. ;) hehehe! and now, i'm back guys! Alhamdulillah, I've been given another chance, another free time just to write again and of course, to share any beneficial thoughts to everyone.. In Sha Allah, may this writing could bring another useful feedback, or at least another good lesson to be taken. That's my hope. *Aamiin Ya Rabb* :')


So, shall we start? Oohh Thank Youuuuu! ;)

*ehem ehem* 
Let's start with this New Year of 2013, new wish, new hope and probably, new journey begins.
Bismillah. :)

Alhamdulillah, kerana masih diberikan kesempatan utk kita melangkah ke tahun baru 2013 ini. Segala puji dan syukur kita sama- sama panjatkan ke hadrat Allah atas peluang yg tidak terhingga ini. Allahu :')

pastinya banyak kenangan dan memori yg terukir di sepanjang tahun 2012 yg lalu. Segala kisah pahit manis, suka duka, gelak dan tawa silih berganti, melengkapi diari hidup kita pada tahun tersebut. Pelbagai suasana yg tercoret dlm kita mengharungi hidup di masa lalu. Begitulah asam garam dlm kehidupan. 
Setiap dari kita, manusia, pastinya tidak lari daripada ditimpakan pelbagai ujian, dugaan dlm hidup. Semua itu diuji oleh Allah, kerana itu adalah suratan yg sudah pastinya kita terima selama masih bergelar HAMBA bagi Tuhan kita. Namun, jangan pernah lupa bahawa HIKMAH yg akan Allah berikan setelah itu amatlah besar nilainya, begitu manis rasanya andai semua ujian itu mampu dilalui dgn penuh SABAR, IKHLAS serta REDHA. 
Subhanallah! :')

Well, there's always a beginning for every ending. 
Maybe it's not always about fixing something that has broken, but there might be a way to start all over again, and creating something which is better. Nothing's impossible, as long as Allah wills it. Am I right? :') 

Ermmm.. sudah menjadi 'adat' yg cukup popular dlm kalangan umat manusia kini, bilamana sebut saja pasal New Year, Tahun Baru, mestilah ada azam baru, harapan baru, cita- cita baru. Pokoknya, semua pun hendak diperbaharuilah katakan. Haha! :D 
Sebenarnya, kita sepatutnya tanam azam baru tu bila bermula Awal Muharram lagi. Masa Maal Hijrah yg lalu, niat utk berubah ke arah yg lebih baik seharusnya sudah mula ditanamkan dlm hati. Tekad utk memulakan 'Hijrah' dlm diri itu sepatutnya sudah disemai dlm kalbu. Betul tak? :)

Seperti yg kita sedia maklum, 'Hijrah' dari konteks sejarah adalah bermaksud; perpindahan orang Islam dari Makkah ke Madinah dgn tujuan memperkukuh kedudukan Islam dan sebagai strategi baru utk menyebarkan Islam.
Pengertian Hijrah yg lebih luas dan mendalam adalah; perjuangan bagi menegakkan kebenaran serta meninggalkan kejahatan dan keburukan.
Selain itu, Hijrah turut dilambangkan dgn; semangat ingin berubah terutamanya perubahan dari segi sikap, cara berfikir, dan tingkah laku. 
So, inilah dia konsep Hijrah yg ingin kita sematkan dlm diri kita. In Sha Allah, semoga Allah meredhai. :')

Sememangnya bukan mudah utk kita meninggalkan kenangan silam, melupakan masa lalu yg telah bersemadi sedalamnya di hati kita. Apatah lagi jika kenangan itu mencoretkan duka dan airmata yg membasahi segenap lubuk hati kita.
 Jika kenangan duka dan pahit itu hasil daripada memori yg dilalui bersama insan- insan yg disayangi, mereka yg masih hidup di dunia dan masih bernafas di bumi Allah ini, biarlah ia menjadi suatu iktibar dan pengajaran bernilai buat diri kita sebagai insan biasa. Buang jauh- jauh perasaan dendam itu, kerana Allah tidak suka sifat dendam bercambah dlm hati sesama manusia. Itu akan pastinya meruntuhkan jambatan ukhuwah di antara kita, memecahbelahkan perpaduan antara umat manusia. 
Jadi, adalah lebih baik kita memaafkan sahaja mereka yg telah berbuat silap terhadap kita itu. Lumrah manusia yg sentiasa melakukan kesilapan, meskipun telah beribu kali ucapan 'maaf' lahir dari mulut, namun itu tidak bererti kesilapan itu terus padam dan terus tidak terulang lagi. 
Kita juga manusia biasa, dan mungkin tanpa kita sedari diri kita juga telah banyak membuat salah kpd mereka itu. Oleh itu, jangan mudah menghukum seseorang itu atas kesilapan yg telah dia lakukan. 
Sesungguhnya, memohon maaf itu murni, 
memaafkan itu mulia,
dan saling bermaafan itu indah. :')

Belajarlah utk memaafkan org lain, jika kita ingin diri kita dimaafkan.

Walau bagaimanapun, kemaafan itu bukanlah satu tiket utk kita sewenangnya kembali pada kesilapan lalu kita, lalu dgn mudahnya juga kita mengucapkan kata maaf itu. TIDAK. Tidak sama sekali. 
Memang manusia tidak pernah lepas dari membuat kesilapan, namun adakah ianya juga satu kelonggaran utk kita mengulangi kesilapan itu? Jawapannya juga sama, TIDAK. 
Kerana kemaafan itu adalah suatu jalan utk kita sama- sama mengambil pengajaran agar kita sedar dan insaf atas apa yg telah dilakukan. Kemaafan itu adalah suatu jalan utk kita berusaha, mencuba sebaik mungkin utk memperbaiki diri agar tidak terjatuh lagi ke dlm lubang khilaf yg sama. 
Itu adalah tujuan dan erti sebenar sebuah KEMAAFAN. 









Itu sekiranya kenangan dan memori silam bersama mereka yg masih bernyawa, tapi bagaimanakah pula jika kenangan itu melibatkan mereka yg telah TIADA? Mereka yg telah pergi menemui Yang Maha Pencipta, mereka yg telah tiada lagi di dunia ini bersama- sama kita? Adakah sama cara menghadapinya dgn mereka yg masih hidup di dunia ini? Tepuk dada, tanya iman. :')

Adalah suatu kesedihan yg begitu mendalam jika orang yg kita sayangi telah pergi meninggalkan kita buat selama- lamanya. It's such an unexplainable feeling to tell, it's an indescribable, painful sorrow and the deepest sadness we would feel as going through the circumstances. Keperitan itu, hanya Allah yg tahu. Kesedihan itu, hanya Allah yg melihatnya. :'(

Namun perlu kita ketahui dan ingati selalu, bahawa setiap yg bernyawa pasti akan merasai kematian. Itu adalah janji Allah pada hamba Nya. Daripada Allah kita datang, dan kepada Dia juga kita akan dikembalikan. Dan sebaik- baik tempat adalah berada di sisi Allah. :')







Sememangnya bukan mudah utk mengharungi detik- detik sukar dlm hidup ini tanpa insan yg kita sayangi di sisi kita. Apatah lagi insan yg begitu dekat dgn kita, kaum keluarga yg tercinta, sahabat handai yg dikasihi. Namun begitu, ingatlah bahawa setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya. 
Ya, kehilangan insan yg tersayang, kematian, itu semua adalah sebahagian daripada bentuk ujian Allah kepada manusia. Setiap manusia berbeza- beza bentuk ujian yg akan dia terima. Namun semua itu tidak lain tidak bukan adalah bertujuan utk menjadikan kita insan yg sabar, redha, kuat dan tabah dlm mengharungi cubaan dlm hidup. Kerana Allah tidak akan menimpakan ujian ke atas seseorang itu melebihi daya kemampuannya. :')

Oleh itu, jadikanlah kehilangan dan kematian insan- insan itu sebagai satu pendorong semangat kita agar lebih kuat dan tabah dlm hidup. Sungguh, berat mata memandang, namun berat lagi bahu yg memikul. Tidak tergambarkan perasaan sayu dan sebaknya hati mengenangkan diri yg telah ditinggalkan oleh insan- insan yg tercinta, yg takkan kembali lagi. Ya Allah, Engkaulah yg mengetahui kesedihan itu. :'(
Kini, hanya sekalung doa tulus yg mampu disedekahkan buat mereka yg telah mengadap Ilahi. Semoga mereka tenang di sisi Pencipta Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang itu. Aamiin Ya Allahu Ya Rabbi. 

To all fellow viewers, bloggers;

Let's just make a new start of all those old memories. Usah kita terperuk dlm kesedihan silam. Mari kita bangkitkan semangat di tahun baru beserta azam dan harapan baru ini. Never regret of things that had happened back then, start your step forward without turning back. There's always a way to be better. Don't just think about all your bad moments, but think optimisticly about all your good times in the future. Don't waste it, or you'll be regret so much when it's gone. In Sha Allah, things will get better sooner or later. :')


For this entry, it ends here for now. But soon to be continued, with another contents. In Sha Allah. 
Thanks for lending me your precious time just to read this writing. Jazakallahu khair. 

''Indeed, Allah will not change the condition of a people until they change what is in themselves.''
(Ar- Ra'd: 11)



Wabillahi taufiq wal hidayah, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. :)
xoxo

Written Sincerely by NaNa