''Menulis dengan HATI. Niatkan untuk DAKWAH. Walau mungkin tak ramai yang membaca. Tapi tak mengapa. Semoga bermanfaat buat UMMAH, bernilai di sisi ALLAH.''
Wednesday, 18 December 2013
Dear Heart, Stay Strong. :')
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
I got an idea to write for this time, as I found something on Instagram few hours ago. A heart-wrecking photo of a woman. Seorang hamba Allah, merangkap sebagai salah seorang rakan baik, juga merupakan followerku di laman insta, has posted a photo of Jacqueline Saburido. Mungkin tak ramai yang tahu siapa dia si Jacqueline tu kan? So biar aku share sikit al-kisahnya, dan kenapa dia yang nak dijadikan 'isu mukadimah' penulisanku untuk kali ni.
"This Jacqueline Saburido is a woman who her life has completely changed in a split second after a car accident. It was on September 1999, a twenty-year-old girl was in a car with four other friends on the outskirts of Austin, Texas when they were hit by an eighteen-year-old drunk driver on his way home from a party. The car which Jacqui and her friends was riding, caught fire terribly. Two of her friends died, whereas Jacqui survived. However, she suffered when almost 88% of her body was COMPLETELY BURNED. What's even worse, she lost her hair, so were her nose and ears. Her eyes were scorched, she was almost blind. Her fingers were amputated as well. The drunk driver was arrested soon after the terrible accident."
*I suggest you to google it to find more about the whole, complete stories.*
Dapat kita bayangkan tak apa yang berlaku, especially pada mangsa kejadian? Tak tergambar rasanya, betapa sakit dan menderitanya gadis tu bila dia terlibat dalam kemalangan. With all her injuries she had, can you imagine? Masha Allah! :'(
Dalam sekelip mata, paras rupa yang nampak sempurna telah berubah menjadi sebegitu rupa. Perit, kan? However, she still could accept the fate. What I salute her so much is, her strength to go on her life even with all the disabilities she has now. Bahkan, dia masih mampu memaafkan pesalah tersebut. No regrets, yet no revenge towards him. Yes, it's really a heart-breaking yet an inspirational story of the woman, or should I say a strong woman? *Muhasabah*
Ibrah atau pengajaran yang aku dapat dari kisah wanita tu tadi;
Bersyukurlah atas segala kurniaan yang Allah beri pada kita. Terimalah segala kekurangan dan kelebihan diri, sebab kita insan yang tak sempurna.
Bersabarlah, tabahkan hati menerima takdir. Qada' dan qadar Ilahi, pasti ada hikmah.
Belajar untuk memaafkan kesalahan manusia, sebab kita juga manusia biasa yang takkan lari dari kesilapan. Ya, mungkin ada yang 'sengaja' dan 'tak sengaja'. Tapi kena ingat, setiap yang berlaku adalah atas izin-Nya.
Kadang-kadang, kita manusia ni, susah sangat nak rasa bersyukur kan? Selalu rasa diri ni tak cantiklah, tak hensemlah, kulit tak licin or whatsoever lah kan. We always have that negative thought saying that we're ugly. Tapi pernah tak kita terfikir, macam mana orang yang ada kekurangan atau kecacatan tu boleh hidup dengan normal dan bersyukur menerima apa yang diorang ada? Kita ni secara azali walaupun tak sempurna, tapi Allah jadikan kita sebaik-baik kejadian, tahu tak? Jadi, tolonglah, please please and please, ajar didik hati kita untuk bersyukur. Jangan terlalu pandang pada kelebihan orang lain, sebab nanti kita akan rasa diri kita ni terlalu kekurangan sampaikan kita jadi tak bersyukur pulak. Tapi pandanglah kelebihan orang lain, lalu pandanglah ke atas, katakan pada diri sendiri 'Alhamdulillah, ini sudah cukup bagiku.'
Senyum. :)
Lagipun, rupa paras, kesempurnaan luaran ni semua kan cuma sementara? Pinjaman dari Allah saja pun. And most importantly is that, the taqwa and iman in our hearts, itu yang Allah nilai. Bukan paras rupa.
The story also made me realize that it's important to have faith, a strong heart in order to go through any circumstances in life. Tengoklah, walaupun Jacqui tahu yang diri dia dah tak ada anggota yang sesempurna dulu lagi, tapi dia tetap mampu teruskan hidup sampai ke saat ini. Bukan semua orang mampu kan? Agak-agaknya lah kan, kalau kita yang berada di tempat dia, how would we be? Kita sendiri pun tak pasti. Entah kita ni cukup kuat atau tak untuk harungi semua tu. Tapi apa yang kita boleh katakan ialah, ni semua memang ujian hidup. Setiap ujian manusia itu berbeza-beza. Ada yang diuji begitu, ada yang begini. Dan ujian itu berbeza mengikut kemampuan manusia.
Kita perlu ingat, ujian itu tarbiyah. Semakin besar ujian yang diterima oleh seseorang itu, maksudnya semakin sayang Allah pada kita. All we have to do is just to worship Allah, we need to turn to Him. Make du'a to Allah, ask Allah to strengthen our iman and heart. In sha Allah, we would feel that Allah actually has lighten all the burdens we bear.
Forgiveness brings peacefulness in life. Mungkin ada yang cakap, susah sangat nak maafkan seseorang tu, sebab kesalahan dia besar sangat pada kita. Tapi sebagai manusia, memaafkan tu penting untuk mendamaikan hati. Sama ada kita sedar atau tak, selagimana kita belum maafkan seseorang tu, selagi itulah kita rasa hati ni tak tenang. Tapi bila kita dah maafkan orang, belajar atau at least mencuba memaafkan perlahan-lahan, hati kita akan tenang. Sooner or later, in sha Allah. Why? Cuz we've let it all go. Tak percaya? Go on and try! :)
People said, 'Easier said than done'. But it still doesn't matter if we try to do it slowly. Yes, it takes time. Everything may not be perfect, but at least we try. And if we do it for the sake of Allah, surely Allah will make it all easier for us. In sha Allah.
It ends here at this time. May Allah keeps our heart strong throughout this life. May we be blessed by Allah in life, in akhirah as well. Allahumma aamiin.
p/s: Terima kasih pada hamba Allah yang telah menjana ilhamku kali ini melalui gambar yang dia kongsikan di Instagram hari ni. Rahmat Allah ke atasmu. Dan puji syukur pada Allah atas hidayah-Nya untuk aku coretkan di sini. Buat muhasabah diriku sendiri, juga buat sesiapa yang sudi membaca.
Wabillahittaufiq wal hidayah,
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
xoxo
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment